8/1 update Google & cara mengatasinya

8 1 update google

Pada tanggal 1 Agustus 2018 kemarin, Google meluncurkan update algoritma terbesar sepanjang sejarahnya. Sangat banyak sekali website yang terkena imbasnya. 8/1 update kami menyebutnya, hampir mirip dengan update bulan Maret dan April 2018 di mana sama-sama update inti yang berimbas sangat besar ke semua website. 

Kapan 8/1 update mulai ngefek?

8/1 update diperkirakan selesai dalam 1 minggu. Jadi, untuk pastinya, ranking efek updatean dapat dilihat mulai tanggal 8 ke atas.

Niche apa aja yang terkena efeknya?

Semua niche. Tapi yang paling besar efeknya adalah niche YMYL (Your Money Your Life) seperti medis dan kesehatan. Bahkan, Barry Schwartz, seorang pengamat SEO terkenal di luar negeri sana, menyebut update 8/1 ini dengan sebutan Medic Update.

pergerakan turun pada suatu website penyedia lirik lagu
pergerakan naik pada suatu website penyedia kupon

Apa tanda website saya kena imbasnya? 

Simple, anjlok! Website anda akan super anjlok dari segi ranking maupun trafficnya. 

Apa penyebabnya?

Nggak mungkin banget kalau website anda anjlok hanya karena 1 faktor saja. Pasti ada lebih dari 1 faktor yang menjadi penyebabnya. 

Bagaimana cara mengatasinya?

Jika website anda anjlok, jangan panik! Tenang… Tidak usah menaikkan budget iklan untuk menutup banyaknya keyword dan traffic yang hilang. Tenang, bukan itu. 

Butuh waktu 4 sampai 5 bulan untuk mengatasi ini dan tambahan waktu juga bagi Google memprosesnya. Apa itu? 

  • Content nyambung yang sangat bermanfaat
  • User experience yang cocok bagi pengunjung anda

Ingat! Ini butuh waktu 4 sampai 5 bulan. 

Apa kata dari para ahli SEO?

Tweet Danny Sulivan tentang kaitannya QRG dengan 8/1 update
Tweet Danny Sulivan tentang kaitannya QRG dengan 8/1 update

Danny Sulivan, pendiri Search Engine Land, mengangkat QRG yang sudah muncul 2 tahun yang lalu sangat berhubungan erat dengan update 8/1 ini. 

Apa itu QRG (Quality Rater Guideline)? 

Quality rater guideline adalah pedoman teknis yang diberikan Google kepada praktisi SEO untuk melihat bagaimana cara kerja Google sendiri memberikan peringkat pada suatu website. 

QRG ini, bagi saya, pendeknya, meliputi 4 macam hal:

  1. Bagaimana Google membedakan antara kualitas yang baik dengan yang buruk
  2. Bagaimana Google memperlakukan website bertipe YMYL (Your Money Your Language)
  3. Pentingnya aspek E-A-T (Expertise-Authoritativeness-Trustworthiness) dalam website anda
  4. Pentingnya mengerti akan imbas dari iklan yang berlebihan dalam website anda

Untuk lebih lengkapnya, klik di sini Quality Rater Guideline yang dibagikan langsung oleh Google.

Kesimpulan

8/1 update adalah updatean yang sangat besar dan banyak website yang kena imbasnya. Yang tidak terkena imbasnya, kebanyakan adalah web Non-YMYL. 

Jika anda terkena imbas negatif dari update 8/1 ini, penting untuk melakukan act! Atau jika anda tidak memiliki waktu untuk melakukannya, kami dapat membantu. Silahkan hubungi kami via WA +62-822-2002-3433. Kami akan segera merespons anda.

Apa sih Gutenberg itu?

apa itu gutenberg di wordpress

Saya memiliki berita (entah bagus atau buruk malahan) kali ini. Mungkin dari kalian bertanya-tanya apa sih Gutenberg itu?? Gutenberg adalah editor teks terbaru pada WordPress. 

Ok, gak usah lama-lama langsung kita kupas sama-sama aja kali ini. Sebelumnya kalian bisa mencoba demo Gutenberg dulu biar makin ngeh

Baca juga: Apa itu duplicate content?

Gutenberg adalah

Kalau pembaca adalah pengguna WordPress setia, pasti sudah mendengarnya jauh-jauh hari. 

kesan pertama mencoba editor gutenberg

Kenapa harus Gutenberg?

Bayangkan, kita mengupdate content artikel atau halaman kita dengan menaruh blok-blok yang sudah tersedia! Iya, tinggal tempel, tempel dan tempel. Mau layout yang begini, tinggal tempel, mau layout yang begitu tinggal tempel! 

Kesan pertama mencoba Gutenberg

Sangat berbeda sekali dengan editor klasik sebelumnya. Gutenberg sangat bersih dengan pilihan typgraphy yang banyak dan ruang tulis yang lega sehingga sangat enak untuk menulis artikel. 

Di sebelah kanan, ada menu pengaturan — dokumen atau block. Icon tiga titik di sebelah paling kanan atas ada switcher untuk kembali menggunakan editor klasik. 

Konsep blok di Gutenberg

Di editor Gutenberg, semuanya disebut blok. Pada editor sebelumnya, content ada di dalam satu file HTML dan ketika setiap ada penambahan fitur akan nambah lagi seperti shortcode, custom post type, embed, widget, dan lainnya. 

Sekarang membuat content rasanya agak seperti main LEGO. 

gutenberg adalah editor berkonsep blok

Dengan menggunakan konsep ini, pembaca sekalian dapat melihat dengan jelas setiap bagian dari content yang dibuat. Tidak hanya itu, pembaca sekalian pun dapat mengubah jenis blok on the fly! Amazing kan… 

Contohnya, ketika menulis sebaris kalimat dan tiba-tiba ingin mengganti menjadi header, tinggal klik ubah jenis bloknya saja. Mudah, ringkas, murah… eh 

Setelah itu, mungkin akan diubah pula peletakannya, text decorationnya, dll kali ini dengan mudah karena adanya Gutenberg hehehe 

Berikut ini beberapa blok bawaan Gutenberg:

  • Paragraphs
  • Lists
  • Quotes
  • Headings
  • Code
  • Images
  • Galleries
  • Shortcodes
  • Columns
  • Buttons
  • Widgets
  • Dan masih banyak lagi

Reusable block

Salah satu yang terkeren dari Gutenberg ini adalah fitur reusable block. Apa itu reusable block? Coba bayangkan ada satu set blok yang dapat disimpan juga pengaturan per bloknya. Contohnya, jika pembaca sudah membuat layout yang super keren untuk intro blog pembaca sekalian, bisa banget tuh disimpan jadi reusable block. Nah, setelah itu tinggal klik Add Block -> Saved kemudian pilih blok yang barusan kita simpan sebagai reusable block. 

Bayangkan coba pembaca kreasikan, misalnya dengan membuat galeri foto yang super keren, template artikel yang multi-column dengan typography yang mematikan hehehe. 

Selain itu dari sisi developer, mereka pun dapat memanfaatkan reusable block ini. Wow! 

Kesimpulan

Mungkin, pada awalnya semua pihak dari user sampai developer pun akan kerepotan. Tapi nantinya, setelah berjalan seiringnya waktu dan terbiasa, Sesuatu yang keren bakalan terjadi. 

Apa sih duplicate content itu?

duplicate content

Anda mungkin sudah cukup sering mendengar kata duplicate content, tapi apakah duplicate content itu? Duplicate content adalah content yang ada di lebih dari satu lokasi (URLnya). Duplicate content dapat menurunkan ranking anda dan banyak orang mengatakan bahwa content-content yang sama itu dapat mendatangkan penalty dari Google. Namun, itu tidak benar. Tidak ada penalty diakibatkan gara-gara duplicate content, yang benar adalah duplicate content dapat membuat Google untuk menurunkan ranking Anda.

Apa sih efek dari duplicate content?

Duplicate content adalah semua content yang ada di beberapa titik lokasi di dalam maupun di luar website anda. Ini sering kita temui di URL yang berbeda bahkan di domain yang berbeda. Beberapa duplicate content terjadi secara tidak sengaja. Selain itu juga bisa disebabkan oleh hasil dari penerapan teknis dari sub-par. Contohnya, website anda memiliki 2 versi, www dan non-www atau HTTP dan HTTPS — atau malah dua-duanya sekaligus, 😱! Atau juga CMS yang anda gunakan, kemungkinan, menggunakan excessive dynamic URL paramaters yang membuat bingung mesin-mesin pencari. Bahkan halaman-halaman yang sudah AMP pun dapat dianggap sebagai duplicate content jika tidak terlink dengan baik. Daaaan akhirnya duplicate content ada di mana-mana. 

Definisi duplicate content dari Google sebagai berikut: 

Duplicate content adalah kejadian di mana ada satu inti content benar-benar sama (atau sangat mirip) dengan inti content yang lainnya. Baik itu dalam satu domain atau antar domain.

Bagian terakhirnya yang terpenting. Jika anda melakukan scrape, mengcopy dan melakukan spin content — Google menyebutnya copied content — dengan tujuan untuk mengelabui search engine untuk mendapatkan ranking yang tinggi maka anda berada dalam keadaan bahaya. 

Google menyatakan bahwa 

Duplicate content pada suatu website tidak akan memicu Google untuk melakukan apapun sampai kelihatan kalau content itu dibuat untuk mengelabui search engine.

Duplicate content vs copied content vs thin content

Duplicate content sering membuat bingung orang-orang. Bagi Google, kebanyakan duplicate content ditengarai dari hal teknisnya, namun tidak hanya itu, duplicate content juga bakalan ditengarai dari content itu sendiri. Contoh kasus: “Saya memiliki dua URL yang berbeda untuk satu artikel yang sama. Yang mana yang harus saya pilih?” Kebanyakan pembaca mungkin akan merasa “Saya sudah menggunakan text ini di tempat yang lain, apakah ini bagus?” Untuk menentukan ranking, search engine akan menggolong-golongkannya ke dalam 3 jenis ini: duplicate content, copied content dan thin content.

Duplicate content kemungkinan akan dikenal sebagai copied content jika anda menggunakan text yang sudah ada dan mengubahnya dengan singkat untuk menggunakannya kembali di website anda. Tidak masalah, namun jika anda melakukan sedikit spin atau menambahkan sedikit keyword, hal ini tidak diperbolehkan. Kemudian Google akan menggolongkannya ke dalam jenis thin content — yaitu content yang tidak berkualitas — dan anda masuk dalam keadaan bahaya. Kualitas website sangat menjadi pertimbangan di sini dan taktik ini dapat merusak berat website anda. Masih ingat Panda?

Jangan memblock duplicate content pada website anda

Google lumayan tricky dalam mencari dan menangani duplicate content. Dia sangat pintar mau diapakan duplicate content yang dia temukan. Jika dia menemukan beberapa halaman yang mirip maka oleh dia akan memfold halaman-halaman tersebut ke versi yang terbaik menurutnya — sering-seringnya yang dipilih adalah artikel/halaman yang aslinya. Apa yang dibutuhkan, sepertinya, adalah akses komplit ke URL-URL ini. Jika anda memblock Googlebot untuk mengcrawl URL-URL ini, maka dia tidak akan dapat menentukan oleh dirinya sendiri dan anda akan memiliki resiko Google memperlakukan halaman-halaman ini sebagai instance yang terpisah. Jika begitu, ini ada beberapa hal yang harus anda lakukan:

  • Mengijinkan robots untuk mengcrawl URL-URL ini
  • Menandai content sebagai duplicate content dengan menggunakan rel=canonical 
  • Menggunakan URL Paramater Handling Tool yang disediakan oleh Google untuk menentukan bagaimana parameter tersebut ditangani
  • Gunakan redirect 301 untuk mengantarkan user dan crawler ke URL canonicalnya.

Gunakan rel=canonical!

Salah satu tools esensial dalam perlengkapan perang anda untuk menghadapi duplicate content ini adalah rel=canonical. Anda dapat menggunakan kode ini untuk menentukan URL aslinya suatu content, yang sering kami sebut URL canonical. 

Fokus pada konten yang original, fresh dan authoritative 

Perlengkapan lainnya yang harus ada untuk mengatasi duplicate, copied dan unoriginal content adalah writing skill anda. Google selalu memfokuskan perhatiannya pada kualitas. Dia selalu berusaha untuk mencari content yang terbaik bagi usernya. Goal anda seharusnya bukan untuk mendapatkan hasil sementara di awal tapi harus meninggalkan kesan yang lama. Perhatikan thin content dan pastikan untuk membuatnya original dan berkualitas tinggi. 

Inilah pernyataan Google mengenai content yang mirip-mirip:

Kurangilah content yang mirip-mirip: Jika anda memiliki halaman yang mirip-mirip, pertimbangkan untuk melebarkan atau menggabungkan beberapa halaman menjadi satu. Contoh, jika anda memiliki website tentang travel, misalnya dengan memisahkan halaman ke dalam dua kota, namun apabila ada informasi-informasi yang sama pada kedua halaman tersebet, anda dapat menggabungkan kedua halaman tersebut menjadi satu atau melebarkan tiap halaman menjadi content yang unik mengenai tiap-tiap kota.

Baca juga: Content maintenance untuk SEO

Content maintenance untuk SEO: Riset, merge dan redirect

content maintenance

Content maintenance itu sangatlah berat

Jika anda berpikir bahwa content maintenance sangatlah membutuhkan kerja keras. Iya, betul. Berikut ini adalah strategi yang kami lakukan selama bertahun-tahun:

  • Audit, supaya anda tahu content mana saja yang anda punya
  • Analisis, supaya anda tahu bagaimana sih performa content anda
  • Putuskan content yang mana yang harus anda jaga dan buang
  • Action

Sekarang yang harus anda lakukan hanyalah mempraktekkan strategi di atas paling tidak sekali setahun untuk setiap cluster keyword yang ingin anda ranking.

Apa sih thin content itu?

thin content

Content adalah raja. Maksudnya, anda tidak dapat meranking keyword apapun jika anda tidak menulis content yang bermanfaat dan ori. Pada pembahasan SEO basics kali ini, kami akan menjelaskan mengapa anda mutlak membutuhkan content yang bagus untuk menarik pengunjung. Dan juga kami mengklarifikasi bahwa Google sangat tidak menyukai kualitas yang rendah atau thin content. Dan hal-hal apa saja yang perlu anda lakukan untuk mengatasinya.

Thin content

Jadi apa itu thin content? Thin content adalah content yang memiliki nilai manfaat sangat sedikit sekali untuk pembaca (bahkan tidak ada manfaatnya sama sekali). Google menganggap doorway pages, low-quality affiliate pages, atau halaman sederhana yang berisikan content yang tidak bermanfaat atau bahkan tidak bermanfaat sama sekali. Namun juga jangan menulis content yang mirip-mirip lagi seperti halaman dengan scrap dan duplicate content karena itu juga dianggap sebagai thin content juga.

Apa sih yang Google mau?

Google ingin mempersembahkan hasil yang terbaik yang cocok dengan search intent usernya. Jika anda ingin meranking lebih tinggi, anda harus meyakinkan Google bahwa anda menjawab pertanyaan dari user. Hal ini tidak mungkin apabila anda tidak ada keinginan untuk menulis secara extensive tentang topik yang anda ingin ranking. Thin content sangat jarang sekali dianggap oleh Google sebagai hasil yang terbaik. Minimalnya, Google harus tahu tentang apa sih halaman anda jika ini layak untuk ditampikan kepada user. Jadi cobalah untuk menulis dengan enjoy, informatif, dan prioritaskanlah membuat senang pengunjung. 

Jadilah yang terbaik

Kami memahami bahwa setiap situasi sangatlah berbeda dan nggak mungkin untuk selalu bisa menulis. Contohnya, jika anda memiliki online shop yang menjual ratusan spare parts komputer, akan challenging juga untuk menulis hal yang lainnya. Namun, jika anda ingin tetap menulis, paling tidak pastikanlah dalam setiap halaman yang anda tulis memiliki content pembuka (awal) yang original (bukan hanya gambar dan tombol beli). Jika anda menjual banyak produk yang mirip-mirip, anda bisa pilih antara mengoptimasi halaman kategori produknya atau menggunakan canonical untuk mencegah permasalahan duplicate content terjadi.

Search Quality Raters

Search Quality Rater

Siapa Mereka?

Google mempekerjakan lebih dari 10.000 orang yang disebut search quality raters yang berasal dari berbagai belahan dunia untuk mengevaluasi hasil pencariannya. 

Bagaimana mekanismenya?

Rater diberikan beberapa pencarian untuk dicek kemudian diberikan rating seberapa kualitas halaman yang muncul di pencarian itu. Fokus utamanya ada di top results (halaman teratas). 

Rater tidak memiliki kewenangan langsung mengubah pencarian yang baru saja mereka cek. Melainkan hanya bisa menandai seberapa kualitas listing yang muncul. 

Data yang diberikan Rater juga digunakan untuk mengembangkan algoritma pencarian Google sendiri. 

Info lebih tentang search quality raters

search quality raters guideline

Rater diberi sebuah panduan yang dinamakan Search Quality Rater Guidelines yang tebal berisi 200 halaman, mengarahkan mereka bagaimana memberikan kualitas pada suatu website dan seperti apa hasil pencarian yang seharusnya muncul di suatu pencarian.

Baca juga: Apa itu E-A-T?

Apa itu E-A-T?

apa itu e-a-t
definisi e-a-t

E-A-T adalah kependekan dari expertise-authoritativeness-trustworthiness.

Google Search Quality Guidelines, Section 4.1

Kriteria website seperti apa yang dibutuhkan dalam rangka menerapkan E-A-T ini?

Kriteria website yang dibutuhkan untuk memenuhi E-A-T adalah:

  • Content utama yang cukup. Content harus kelihatan cukup banyak dalam rangka memenuhi kebutuhan usernya.
  • Content dan content yang berkaitan di dalamnya harus memiliki aspek keahlian, sumber yang kredibel, dan tingkat kepercayaan dalam hal topik yang dibicarakan.
  • Website memiliki reputasi yang bagus dalam hal topik yang dibicarakan. 
  • Website harus memiliki informasi pendukung yang cukup seperti halaman “Tentang”, “Kontak”, atau “Customer Service”. 
  • User Experience yang memadai. Seperti, user dapat dengan mudah mendapatkan informasi yang mereka cari.
  • Website dirawat dan diupdate secara berkala. 

Contoh niche website yang termasuk ke dalam jenis YMYL ini adalah: 

  • Medis
  • Keuangan
  • Hobi tingkat tinggi
  • Dan segala niche yang dapat berefek negatif langsung dengan kesehatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan.

Saran 

expertise in e-a-t

Jika ingin membuat content yang berbau YMYL, pastikan memasukkan unsur keahlian di dalamnya. Nah, tinggal tingkat keahliannya aja yang tinggal disesuaikan. Untuk membuat content itu membutuhkan keahlian yang super tingkat tinggi (yang kita tidak mampu meraihnya) atau keahlian yang biasa-biasa aja yang semua orang punya. Jangan lupa masukkan itu, entah apapun bentuknya (grafik, infografik, foto, kutipan, dll).

Baca juga: Apa itu YMYL?

Apa sih search intent itu?

search intent

SEO adalah sebuah cara untuk mendatangkan traffic ke website anda. Dengan memiliki ranking yang tinggi di Google, anda akan berkesempatan menarik lebih banyak orang menuju website anda. Kemungkinannya seringkali bahwa tujuan anda adalah untuk menjual barang dagangan anda atau menarik pengunjung biasa. Taktik yang bagus untuk mendapatkan traffic yang lebih banyak ke website anda adalah dengan cara mengoptimasi content pada keyword yang sering orang gunakan. Bagaimanapun, untuk benar-benar meyakinkan orang untuk membeli, berlangganan newsletter atau kembali mengunjungi web anda lain kali maka anda harus memerhatikan search intent juga. Kali ini, kami akan mencoba menjelaskan kepada anda apa itu search intent dan bagaimana untuk mengoptimasi artikel anda.

Apa sih search intent itu?

Untuk menjawabnya, harus bisa menjawab pertanyaan ini:

  • Mengapa mereka searching?
  • Apakah mereka searching karena ingin mendapat jawaban dari pertanyaan mereka?
  • Apakah mereka searching website tertentu?
  • Apakah mereka searching karena mereka ingin membeli sesuatu?

Bisa dibilang, search intent adalah latar belakang user searching.

Bertahun-tahun, Google memiliki kemampuan lebih dalam menengarai search intent orang-orang. Dan Google ingin meranking tinggi halaman yang cocok dengan term pencarian user. Itulah mengapa, mengapa sangat penting sekali untuk memastikan artikel atau halaman anda cocok dengan search intent audience anda. 

4 jenis search intent

ada beberapa jenis search intent: 

Informational intent

Ada banyak sekali pencarian di internet. Mereka mencari apa? Ya jelas, informasi. Informasi tentang cuaca, informasi tentang mengasuh anak, informasi tentang SEO, dan lain-lain. Di kasus ini, orang-orang memiliki satu pertanyaan tertentu atau ingin mempelajari lebih tentang suatu topik. 

Navigational intent

Orang-orang dengan intent seperti ini sedang mengarah ke satu website tertentu. Contohnya, orang-orang yang searching Facebook biasanya akan menuju website Facebook. 

Transactional intent

Banyak orang membeli keperluan mereka via online dan browsing untuk menemukan barang yang dicarinya. Orang-orang yang memiliki intention untuk membeli ini searching dengan transactional intent. 

Commercial Investigation

Beberapa orang memiliki intention untuk membeli untuk suatu saat  nanti namun research terlebih dahulu. Seperti, mesin cuci apa yang paling bagus? Plugin SEO apa yang paling bagus? Orang-orang dalam kategori ini memiliki transactional intent juga namun akan lebih membutuhkan waktu dan pembuktian pula. 

Keyword intent

Keyword yang dipakai user di pencariannya memberikan informasi tentang user intent mereka. Jika orang-orang menggunakan kata-kata seperti beli, deal, diskon, jelas-jelas mereka sedang ingin membeli sesuatu. Dan juga, jika mereka searching tentang produk tertentu, mereka kemungkinan besar akan membelinya. Jika mereka searching dan menggunakan keyword seperti info, how to, cara, cara cepat, cara mudah, maka jelas-jelas mereka memiliki informational search intent.

Bagaimana cara mengoptimasi content dalam hubungannya dengan search intent 

Ingin memastikan landing page anda sudah sesuai dengan search intent dari audience anda? Berilah sesuatu yang pas yang mereka cari! Jika mereka sedang mencari informasi, berikanlah informasi itu. Jika mereka ingin membeli produk anda, giring mereka ke toko anda. Itu! 

Jangan beri sesuatu yang tidak mereka cari! Tapi, beri sesuatu yang mereka cari!